Saat
itu weekend dan aku sudah berencana mau puas-puasin nonton film di salah satu
aplikasi di HP. Setelah sholat Isya, tepatnya jam 8 malam, aku pun mulai
bersiap-siap untuk nonton film tentang The Return of Alpha Queen. Lampu kamar sudah
redup dan botol minum sudah kubawa ke kamar juga. Saatnya menyalakan Netflix.
Seharusnya
ini adalah "me time" paling asyik, karena nggak ada gangguan urusan
pekerjaan dan hal lain yang menyita waktu. Tetapi, baru sekitar 20 menit
nonton, mata ko rasanya perih. Kedip terus dan pandangan jadi blur. Alhasil nontonnya
aku hentikan dulu untuk menenangkan mata.
Setelah
merasa enakan, aku kembali mengarahkan kedua mata kea rah layar ponsel untuk
melanjutkan film yang ingin ditonton tadi. Tapi, lagi dan lagi mata ko seperti
protes, seolah menolak berlama-lama menatap ke arah layar digital tersebut.
Hmmmm….sebuah
momen berharga bareng diri sendiri yang sudah kunantikan sejak sepekan lalu...
buyar.
Karena
rasa penasaran, akhirnya kucoba mencari tahu via Googling. “Oh Gejala Mata Kering,”
ucapku dalam hati. Tapi mengapa cuma mata kering kok bisa ngerusak semuanya ya?
Layar
Gadget yang Jadi Pencuri Me Time
Mata
adalah salah satu organ terpenting bagi setiap orang. itulah mengapa kita harus
menjaga dan melindungi mata agar tidak mengalami kerusakan yang bisa merusak
hari-hari Bahagia yang mungkin saja telah lama dinantikan.
Salah
satu yang banyak disarankan tenaga kesehatan dan dokter ahli untuk menjaga
kesehatan mata adalah dengan mengatur pandangan mata terhadap layar gadget,
seperti handphone dan laptop. Karena paparan cahaya birunya dapat menyakiti mata
jika dilakukan dalam jangka lama.
Sayangnya,
bekerja di era digital seperti yang kulakukan tidak mudah untuk terhindar dari
paparan laya gadget. Bahkan aku kerap seharian berinteraksi dnegan laptop dan
handphone untuk urusan pekerjaan. Dan inilah yang sudah memicu gangguan mata
kering atau mata lelah yang kualami.
Awal
Mula Gejala Mata Kering Mulai Mengganggu
Awalnya
mataku baik-baik saja, namun seiring waktu, masalah mata kering mulai kualami
agak sering. Mungkin hal ini karena aku juga yang enggan memakai kacamata
radiasi selama di depan laptop.
Saat
itu mata terasa sepet dan perih. Aku pikir ini hanyalah efek kurang tidur. Namun,
keluhan ini mulai sering kualami meski aku sedang tidak begadang.
Pernah
waktu itu mata rasanya seperti ada lendir, sehingga sulit membuka kelopak mata.
Di sinilah aku mulai sedikit panik.
Aku
pun mencoba merendam mata dengan air yang diberi daun sirih, sebagaimana yang
umumnya kuketahui saat seseorang mengalami gangguan pada matanya.
Sayang,
tidak semudah itu menghilangkan rasa perih dan sepet pada mata. Mata tetap
terasa tidak nyaman, karena saat dikucek, penglihatan rasanya terhalang sesuatu
sama seperti saat ada kotoran mata ketika bangun tidur.
Saat
mengalami mata kering itu, rupanya berimbas pada kinerja. Konsentarasi bekurang
karena daya fokus dan ketajaman penglihatan melemah.
Inilah
yang membuat tugas-tugas pekerjaan mulai tertunda, hingga membuatku dapat jatah
lembur lagi, di saat aku tengah berusaha tidak begadang demi menjaga mata
kembali baik.
Ingin
menangis rasanya, tetapi sikap profesionalitas tetap harus kujaga agar tidak
mengacaukan timeline yang telah disusun rekan setim lainnya.
Akhirnya
kuputuskan untuk mencari tahu solusi mata kering agar aku bisa #BebasMataKering.
Saat
itu banyak referensi bacaan di artikel kesehatan yang menyarankan menggunakan
Insto Dry Eyes untuk mengatasi keluhan mata kering. Karena menurutnya mata
kering butuh pelumas (cairan pelembab mata) agar mata tidak perih/sepet.
Kupikir
cairan pelembab mata itu air mata, sehingga spontan kujawab bahwa aku masih mengeluarkan
air mata saat menangis. Ternyata bukan cairan air mata yang dimaksud.
Akhirnya
aku pun mencoba INSTO DRY EYES. Meskipun saat itu hasilnya tidak
langsung kurasakan, namun perlahan gangguan mata kering dapat diatasi setelah beberapa
kali pemakaian. Mungkin karena mata kering yang kualami sedikit bandel, jadi ia
enggan berlalu dengan hanya sekali pemakaian.
Ah…
Andai saat di awal aku mengalami mata kering sudah kenal dengan #InstoDryEyes,
tentu hasil pekerjaanku tidak buruk.
Namun
dari kejadian ini membuatku sadar agar lebih peduli dengan kesehatan mata. Pokoknya
#MataSePeLeJanganSepelein. Salah satunya dengan menyediakan Insto Dry Eyes
sebagai penyelamat di kala muncul gangguan mata kering. Karena tak bisa
dipungkiri bahwa aku tidak bisa menghindar untuk tidak berlama-lama di depan
layar laptop dan ponsel.
Kenali
Gejala Mata Kering
Melansir
laman Yankes Kemenkes RI, mata kering atau istilah medisnya dry eye syndrome,
adalah kondisi dimana tear film tidak stabil dari segi jumlah serta kualitas, sehingga
kehilangan kemampuan untuk melindungi permukaan mata.
Perlu
diketahui, mata pegel, mata sepet, mata kering merupakan gejala awal dari
penyakit mata yang satu ini.
Adapun
gejala umum yang akan dirasakan saat mata kering bisa berupa mata terasa terasa
perih; mata gatal dan kering; kelopak mata sering lengket saat bangun tidur;
mata terasa berat serta terlihat merah; mudah merasa silau; pandangan kabur dan
tidak bisa fokus; sensasi seperti berpasir di dalam bola mata; hingga mata
mudah berair.
Ternyata
masalah mata kering ini tidak bisa dianggap remeh. Karena jika dibiarkan, mata
kering dapat mengakibatkan kerusakan signifikan pada mata.
Bahaya
Mata Kering
Apakah
mata kering bahayakah jika tidak diobati?
Sebagaimana
yang kualami, awalnya mungkin kondisi mata kering tidak begitu mengganggu
aktivitas bekerja atau pun menyebabkan kondisi serius.
Mengutip
penjelasan di laman Kemenkes, kondisi mata kering yang dibiarkan lama kelaman
akan menyebanbkan komplikasi lebih berat, seperti infeksi pada kornea yang dapat
mengakibatkan timbulnya kerusakan permanen jika tidak ditangani segera.
Selain
itu, mata kering juga bisa menyebabkan infeksi pada selaput mata berulang atau
bahkan peradangan yang lebih hebat lagi.
Penyebab
Mata Kering
1. Berkurangnya Produksi Air Mata
Kurangnya
produksi air mata umumnya disebabkan oleh faktor usia tua, penyakit (rheumatoid
arthritis, scleroderma, diabetes, lupus, gangguan tiroid, sindrom sjogren, dan
kurang vitamin A), konsumsi obat-obatan jenis tertentu, kerusakan kelenjar air
mata akibat radiasi atau sinar laser saat operasi mata.
2. Air Mata Lebih Cepat Menguap
Keadaan
mata ini bisa karena kondisi cuaca seperti angin, terpapar asap, dan udara
kering; dapat juga disebabkan kerja mata yang berat seperti terlalu lama
menatap layar komputer, ponsel, atau membaca tanpa istirahat, yang membuat mata
kurang berkedip untuk memproduksi cairan alami mata; dan masalah pada kelopak
mata yang berbalik (keluar atau ke dalam).
3. Komposisi Air Mata yang Tidak Seimbang
Air
mata terdiri dari air, minyak, dan lendir, dengan jumlah komposisi tertentu.
Namun jika komposisi ini berubah, misalnya karena adanya penyumbatan kelenjar
minyak, maka dapat mengakibatkan mata menjadi kering.
Setelah
lebih paham tentang keluhan mata yang kualami, aku pun makin yakin menggunakan
si mungil biru, Insto Dry Eyes sebagai solusinya.
Insto
Dry Eyes sebagai Solusi Mata Kering
Mengapa
harus tetesin Insto Dry Eyes?
Pertama
karena rasa yakin pastinya. Terlebih setelah aku membaca keterangan yang
tertera pada kotak Insto. Jadi Insto ini merupakan tetes mata steril yang
berfungsi sebagai air mata buatan untuk mengatasi masalah mata kering.
Dengan
hanya meneteskan 1-2 tetes pada mata, 3 kali sehari atau sesuai petunjuk
dokter, dapat mengatasi gejala mata kering; mengatasi iritasi mata karena
kurang produksi air mata; dan dapat juga digunakan sebagai pelumas untuk mata
palsu. Yuk simak video singkat oleh insto.co.id berikut.
Kemampuan
Insto dalam mengatasi keluhan mata kering tidak terlepas dari kandungan dua
bahan aktif di dalamnya, yaitu:
Hydroxypropyl
methylcellulose 3.0 mg, yang berfungsi sebagai air mata buatan dan memberi efek
pelumas untuk mengatasi mata kering.
Benzalkonium
chloride 0,1 mg, merupakan zat antiseptik yang dapat membantu membunuh bakteri
dan virus.
Selain
itu, Insto sangat mudah didapatkan. Karena telah tersedia di banyak apotek,
toko obat, swalayan, hingga warung sekitar rumah. Harganya pun sangat
terjangkau.
Aku
hanya perlu mengeluarkan Rp18.200 untuk si mungil dengan berat 7,5 ml ini saat
membelinya di apotek. Dan yang semakin membuatku yakin dengan Insto adalah
karena Insto juga telah terdaftar resmi di Badan Pengawas Obat dan Makanan
(BPOM).
Insto
Dry Eyes juga telah banyak mendapat penghargaan seperti, Penghargaan Indonesia
WOW Brand 2015, Superbrands Grand Awards 2015, Social Media Award 2015, dan WOW
Brand 2019.



No comments:
Post a Comment