Umumnya,
orang akan merasa sangat bahagia ketika mampu membahagiakan keluarga dan membantu
mereka yang butuh uluran tangan. Mengapa demikian? Dengan membantu orang lain,
akan membuat kita merasa lebih berarti karena kita melihat dampak nyata kehadiran
kita, hal ini juga sekaligus memicu hormon positif yang secara alami akan meningkatkan
suasana hati.
Hal
ini pulalah yang dirasakan oleh seorang wanita asal Banyumas bernama Resika
Caesaria, yang mempunyai prinsip hidup bahwa kebahagiaan sejati adalah saat
kita bisa membahagiakan keluarga dan masyarakat.
Dengan
prinsip hidup ini, Resika yang akrab disapa Cika bertekad kuat untuk terus semangat
dalam mengejar mimpi membahagiakan keluarga yang dicintainya. Hal ini ia
buktikan dengan kegigihannya membantu perekonomian keluarga meski saat itu ia masih
berstatus pelajar, yang mana seharusnya lebih banyak fokus ke pendidikan.
Cimol,
Cemilan Sederhana Buatan Resika Caesaria Jadi Titik Awal Kesuksesan
Mungkin
bagi kita cimol hanyalah semilan atau jajanan pinggir jalan dengan harga murah.
Namun tidak bagi Cika, karena ternyata makanan sederhana khas Sunda ini jadi jalan
hidup yang kelak akan mengubah masa depannya bahkan banyak orang.
Awal
mula Cika mulai berjualan digelutinya saat di bangku SMA. Hal ini lantaran saat
itu sang ayah terpakasa harus berhenti bekerja karena gangguan penglihatan. Kondisi
ini tak membuat Cika terpuruk, ia justru mencari solusi bagaimana caranya agar
bisa membantu keluarganya.
Dengan
tekad kuat, Cika pun memberanikan diri mulai berjualan batagor dengan modal
Rp63.000. Batagor itu ia titipkan di kantin sekolahnya. Seiring waktu, Cika
berkesempatan berkenalan dengan seorang pedagang cimol. Setelah terlibat
obrolan, Cika merasa tertarik untuk membuat dan menjualnya. Maka, Cika mulai
mencoba resepnya sendiri.
Di
luar dugaan, Cimol buatan Cika ternyata laris manis. Hal ini membuatnya makin
bersemangat dan ia pun rutin menitipkan jualannya ke kantin sekolah.
“Meski
dulu bandel, tapi nggak pernah ketinggalan bawa cimol di kantong kesek
dititipin ke mbak Sur,” katanya kembali mengingat semangatnya saat berjualan
cimol di sekolah.
Bagi
seorang Cika, tidak ada usaha yang sia-sia. Semua pasti memberikan hasil yang
terbaik. Hal ini ia buktikan dengan keberhasilannya membeli sepeda motor dari
hasil jualan cimol sejak kelas 1-3 SMA.
Tak
hanya itu, bahkan dari jualan cimol, Cika juga mampu membiayai kuliahnya di
STIKES Harapan Bangsa, Purwokerto.
Yang
mengagumkan dari seorang Cika selain semangatnya bejualan, adalah
pendidikannya, di mana ia tetap bisa berprestasi dan lulus dengan predikat
cumlaude pada 2013, padahal ia sangat disibukkan dengan usaha jualannya.
Sayangnya
saat itu, setelah ia lulus, Cika dihadapkan pada pilihan besar, yakni
melanjutkan kariernya sebagai perawat atau meneruskan usaha jualan cimol yang
telah banyak membantunya hingga ia dan keluarganya bisa bertahan.
Pada
akhirnya, setelah melalui pemikiran yang matang, Cika memilih jalan pilihan
kedua, meneruskan usaha cimol. Hal ini bukan karena keuntungan yang didapatkan semata,
tapi ia ingin bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Hal
ini tak lepas dari peran sang ayah yang mendidiknya dengan baik. Cika selalu
ingat pesan ayahnya, yang mengatakan "Jadilah kepala meski hanya kepala
ikan teri, jangan jadi ekor meski itu ekor ikan paus".
Kata-kata
ayahnya itulah yang membuat Cika memutuskan untuk menjadi seorang yang lebih
bermanfaat bagi sekitarnya.
Membangun
Usaha Sosial dengan Nama CV Made Arizka
Langkah
Cika dalam menekuni usaha cimol ini dengan lebih serius adalah dengan mendirikan
CV Made Arizka, sebuah usaha waralaba cimol yang berlokasi di Desa Lesmana,
Ajibarang.
Nama
perusahaan makanan khas Sunda dengan menu utama cimol ini diambil dari
nama-nama anggota keluarganya: Maksi, Dewi, Agus, Riza, dan Cika.
Beberkal
pengetahuannya sebagai seorang yang berpendidikan, Cika memberi sentuhan
inovasi pada variasi rasa cimol miliknya agar lebih unik dan memikat. Ia pun
melengkapi cimol itu dengan berbagai rasa yang banyak disukai pelanggan, yakni seperti
keju, jagung manis, barbeque, hingga pizza,
Dengan
pilihan rasa ini, cimol milik Cika pun makin banyak digemai orang. Melihat fakta
ini, ia pun tidak menyia-nyiakan peluang. Cika mulai memanfaatkan media sosial
untuk promosi agar jangkauan pelanggannya lebih luas.
Kini
Cika telah memiliki lebih dari 600 mitra yang mana mereka semuanya berasal dari
kalangan masyarakat kurang mampu.
Hal
unik dari usaha cimol Cika ini adalah tidak semata-mata memprioritaskan keuntungan
dalam mencari mitra usaha. Waralaba CV Made Arizka ini hanya menerima mitra usaha
yang benar-benar ingin berjualan sendiri, bukan mereka yang berstatus sebagai investor
bermodal besar.
Tujuannya
tak lain adalah karena Cika ingin bisa membantu masyarakat sekitar agar bisa
mandiri secara ekonomi. Hal ini sejalan dengan prinsip hidupnya yang ingin bisa
membantu banyak orang yang membutuhkan.
Kini,
produk cimol Made Arizka telah masuk ke supermarket dan mall terbesar di
Banyumas, Rita Supermall. Omzetnya pun mencapai Rp90 juta per bulan. Namun bagi
Cika, angka bukan segalanya. Yang terpenting adalah dampak sosial yang ia
ciptakan.
Menebar
Manfaat Lewat Bisnis yang Dibangun dengan Konsep Sosial
Cika
menjalankan bisnis cimol dengan konsep sosial enterprise. Dari total
keuntungan, 70 persennya ia gunakan untuk pengembangan usaha, dan yang 30 persen
untuk kebutuhan program sosial. Keseriusan Cika dalam membangun bisnis dengan
konsep sosial ini ia lakukan dengan memberikan modal sebesar Rp3–4 juta,
bantuan gerobak, dan perlengkapan dagang kepada mitra yang memang berasal dari
keluarga kurang mampu.
Salah
satu kisah inspiratif dalam bisnis cimol yang dijalankan Cika adalah datang
dari Ibu Kasmiati, di mana wanita ini akhirnya berhasil memperbaiki taraf hidup
keluarga besarnya setelah menjadi mitra bisnis Made Arizka.
Menurut
ibu Kasmiati, Cika adalah sosok pemilik usaha yang peduli dan mau turun tangan
langsung saat mitranya mengalami kesulitan.
Tak
hanya itu, Cika juga pernah mengajukan pinjaman uang ke bank demi membantu
saudaranya yang ingin memulai usaha cimol. Kini, saudaranya tersebut sudah bisa
meraih penghasilan hingga Rp20 juta per bulan dan hidup lebih sejahtera.
Bantuan
Gerobak Gratis bagi Mitra Bisnis dan Program Pemberdayaan
Terhitung
sudah lebih dari 70 gerobak gratis yang dibagikan kepada masyarakat kurang
mampu yang ingin berjualan cimol. Gerobak-gerobak ini dibuat oleh ayah Cika
sendiri. Untuk memastikan bantuan perlengkapan jualan ini tepat sasaran, tim
perusahaan akan melakukan survei sebelum memberikan dukungan.
Bagi
yang ingin bermitra tapi tidak punya modal, bisa membawa produk cimol dulu
untuk dijual. Jika tidak laku atau tidak habis, bisa diretur (dikembalikan).
Di
dalam program pemberdayaan ini, Cika juga merangkul mereka yang putus sekolah
dan sebagian besarnya dipekerjakan di bagian produksi.
Hal
ini dilakukan karena Cika merasa sangat prihatin melihat ada banyak remaja putus
sekolah, yang sebagian besar hanya tamatan SD-SMP. Tanpa ijazah minimal SMA, maka
akan sangat sulit bagi mereka mendapatkan pekerjaan. Telebih di wilayah
Ajibarang dan sekitarnya biasanya Perusahaan enggan mempekerjakan lulusan
SD-SMP.
Tak
hanya mempekerjakan mereka yang putus sekolah, Cika pun mendorong mereka untuk
kembali melanjutkan pendidikan lewat jalur kesetaraan. Kini, 50 persen karyawan
tersebut telah mengikuti program pendidikan kejar paket.
Dampak
Positif Usaha Cimol bagi Petani dan Peternak
Selain
program pemberdayaan bagi mitra binaan, Perusahaan milik Cika juga sangat berkontribusi
dalam mensejahterakan petani dan peternak di lingkungannya.
Perusahaan
Cika ini membeli sejumlah bahan untuk isian cimol seperti jagung dan cabai
rawit langsung dari petani lokal. Dengan begini, petani tidak perlu repot
menjual ke tengkulak yang sudah tentu harganya jadi murah. Mereka bisa mendapat
keuntungan layak dengan menjualnya ke Perusahaan Cika.
Sementara
bagi para peternak ikan, mereka akan mendapatkan retur produk secara gratis
sebagai tambahan untuk pakannya.
Penghargaan
SATU Indonesia Awards dari ASTRA bagi Kontribusi Cika untuk Masyarakat
Kepedulian
Cika pada ekonomi keluarga dan masyarakat di sekitarnya, serta semangat
berwirausaha yang tidak hanya mementingkan untung, membuat Cika sangat layak
menjadi salah satu penerima penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU)
Indonesia Awards 2021 dari PT Astra International Tbk.
Cika
mendapat apresiasi dari ASTRA untuk kategori di bidang kewirausahaan. Dengan penghargaan
bergengsi ini, nama Cika pun akhirnya dikenal sebagai Ratu Cimol Banyumas.
Julukan
ini diberikan oleh pihak ASTRA lantaran saat itu Cika adalah satu-satunya
perempuan yang lolos sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2014.
Atas
apresiasi yang diterimanya serta kemajuan usaha yang didirikanya, Cika makin
bersemangat untuk bisa terus maju dan memberikan banyak manfaat bagi lingkungan
hingga Indonesia.
“Sebaik-baiknya
manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Menjadi manusia yang
bermanfaat untuk orang lain tidak lah sulit, hanya cukup menyingkirkan ego
sendiri untuk ego orang lain,” tuturnya.
Cika
adalah salah satu sosok inspiratif di Indonesia yang dengan rela
mengesampingkan kepentingan pribadi demi membantu banyak orang untuk bangkit
dari keterpurukan dan kemiskinan.
Ia
membuktikan bahwa kebermanfaatan hidup kita bisa dimulai dari tindakan kecil,
asalkan dijalani dengan konsistensi dan keyakinan bahwa setiap pengorbanan yang
dilandasi dengan niat baik tak akan pernah sia-sia.
Cika
meyakini bahwa satu produk sederhana pun bisa menjadi jalan keluar dari
kemiskinan, jika dikerjakan dengan tekun, dilakukan bersama-sama, dan disertai
doa.
Seperti
yang ia katakan, “Kita hanya butuh satu produk, lalu gunakan seribu cara untuk
memasarkannya dan seribu cara untuk mendoakannya.”
#APA2025-ODOP
Sumber:
Instagram
Resika Caesaria

















