Sunday, 19 October 2025

Resika Caesaria Buktikan Bahwa Cimol Si Cemilan Sederhana Mampu Ubah Hidup dan Masa Depan Banyak Orang

 

Resika Caesaria Ratu Cimol penerima SATU Anugeah Awards


Umumnya, orang akan merasa sangat bahagia ketika mampu membahagiakan keluarga dan membantu mereka yang butuh uluran tangan. Mengapa demikian? Dengan membantu orang lain, akan membuat kita merasa lebih berarti karena kita melihat dampak nyata kehadiran kita, hal ini juga sekaligus memicu hormon positif yang secara alami akan meningkatkan suasana hati.

Hal ini pulalah yang dirasakan oleh seorang wanita asal Banyumas bernama Resika Caesaria, yang mempunyai prinsip hidup bahwa kebahagiaan sejati adalah saat kita bisa membahagiakan keluarga dan masyarakat.

Dengan prinsip hidup ini, Resika yang akrab disapa Cika bertekad kuat untuk terus semangat dalam mengejar mimpi membahagiakan keluarga yang dicintainya. Hal ini ia buktikan dengan kegigihannya membantu perekonomian keluarga meski saat itu ia masih berstatus pelajar, yang mana seharusnya lebih banyak fokus ke pendidikan.

Cimol, Cemilan Sederhana Buatan Resika Caesaria Jadi Titik Awal Kesuksesan

Mungkin bagi kita cimol hanyalah semilan atau jajanan pinggir jalan dengan harga murah. Namun tidak bagi Cika, karena ternyata makanan sederhana khas Sunda ini jadi jalan hidup yang kelak akan mengubah masa depannya bahkan banyak orang.

Awal mula Cika mulai berjualan digelutinya saat di bangku SMA. Hal ini lantaran saat itu sang ayah terpakasa harus berhenti bekerja karena gangguan penglihatan. Kondisi ini tak membuat Cika terpuruk, ia justru mencari solusi bagaimana caranya agar bisa membantu keluarganya.

Dengan tekad kuat, Cika pun memberanikan diri mulai berjualan batagor dengan modal Rp63.000. Batagor itu ia titipkan di kantin sekolahnya. Seiring waktu, Cika berkesempatan berkenalan dengan seorang pedagang cimol. Setelah terlibat obrolan, Cika merasa tertarik untuk membuat dan menjualnya. Maka, Cika mulai mencoba resepnya sendiri.

Di luar dugaan, Cimol buatan Cika ternyata laris manis. Hal ini membuatnya makin bersemangat dan ia pun rutin menitipkan jualannya ke kantin sekolah.

“Meski dulu bandel, tapi nggak pernah ketinggalan bawa cimol di kantong kesek dititipin ke mbak Sur,” katanya kembali mengingat semangatnya saat berjualan cimol di sekolah.

Bagi seorang Cika, tidak ada usaha yang sia-sia. Semua pasti memberikan hasil yang terbaik. Hal ini ia buktikan dengan keberhasilannya membeli sepeda motor dari hasil jualan cimol sejak kelas 1-3 SMA.

Tak hanya itu, bahkan dari jualan cimol, Cika juga mampu membiayai kuliahnya di STIKES Harapan Bangsa, Purwokerto.

Yang mengagumkan dari seorang Cika selain semangatnya bejualan, adalah pendidikannya, di mana ia tetap bisa berprestasi dan lulus dengan predikat cumlaude pada 2013, padahal ia sangat disibukkan dengan usaha jualannya.

Sayangnya saat itu, setelah ia lulus, Cika dihadapkan pada pilihan besar, yakni melanjutkan kariernya sebagai perawat atau meneruskan usaha jualan cimol yang telah banyak membantunya hingga ia dan keluarganya bisa bertahan.

Pada akhirnya, setelah melalui pemikiran yang matang, Cika memilih jalan pilihan kedua, meneruskan usaha cimol. Hal ini bukan karena keuntungan yang didapatkan semata, tapi ia ingin bisa memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat.

Hal ini tak lepas dari peran sang ayah yang mendidiknya dengan baik. Cika selalu ingat pesan ayahnya, yang mengatakan "Jadilah kepala meski hanya kepala ikan teri, jangan jadi ekor meski itu ekor ikan paus".

Kata-kata ayahnya itulah yang membuat Cika memutuskan untuk menjadi seorang yang lebih bermanfaat bagi sekitarnya.

Membangun Usaha Sosial dengan Nama CV Made Arizka

Langkah Cika dalam menekuni usaha cimol ini dengan lebih serius adalah dengan mendirikan CV Made Arizka, sebuah usaha waralaba cimol yang berlokasi di Desa Lesmana, Ajibarang.


CV Made Arizka


Nama perusahaan makanan khas Sunda dengan menu utama cimol ini diambil dari nama-nama anggota keluarganya: Maksi, Dewi, Agus, Riza, dan Cika.

Beberkal pengetahuannya sebagai seorang yang berpendidikan, Cika memberi sentuhan inovasi pada variasi rasa cimol miliknya agar lebih unik dan memikat. Ia pun melengkapi cimol itu dengan berbagai rasa yang banyak disukai pelanggan, yakni seperti keju, jagung manis, barbeque, hingga pizza,

Dengan pilihan rasa ini, cimol milik Cika pun makin banyak digemai orang. Melihat fakta ini, ia pun tidak menyia-nyiakan peluang. Cika mulai memanfaatkan media sosial untuk promosi agar jangkauan pelanggannya lebih luas.

Kini Cika telah memiliki lebih dari 600 mitra yang mana mereka semuanya berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu.

Hal unik dari usaha cimol Cika ini adalah tidak semata-mata memprioritaskan keuntungan dalam mencari mitra usaha. Waralaba CV Made Arizka ini hanya menerima mitra usaha yang benar-benar ingin berjualan sendiri, bukan mereka yang berstatus sebagai investor bermodal besar.

Tujuannya tak lain adalah karena Cika ingin bisa membantu masyarakat sekitar agar bisa mandiri secara ekonomi. Hal ini sejalan dengan prinsip hidupnya yang ingin bisa membantu banyak orang yang membutuhkan.

Kini, produk cimol Made Arizka telah masuk ke supermarket dan mall terbesar di Banyumas, Rita Supermall. Omzetnya pun mencapai Rp90 juta per bulan. Namun bagi Cika, angka bukan segalanya. Yang terpenting adalah dampak sosial yang ia ciptakan.

Menebar Manfaat Lewat Bisnis yang Dibangun dengan Konsep Sosial

Cika menjalankan bisnis cimol dengan konsep sosial enterprise. Dari total keuntungan, 70 persennya ia gunakan untuk pengembangan usaha, dan yang 30 persen untuk kebutuhan program sosial. Keseriusan Cika dalam membangun bisnis dengan konsep sosial ini ia lakukan dengan memberikan modal sebesar Rp3–4 juta, bantuan gerobak, dan perlengkapan dagang kepada mitra yang memang berasal dari keluarga kurang mampu.

Salah satu kisah inspiratif dalam bisnis cimol yang dijalankan Cika adalah datang dari Ibu Kasmiati, di mana wanita ini akhirnya berhasil memperbaiki taraf hidup keluarga besarnya setelah menjadi mitra bisnis Made Arizka.

Menurut ibu Kasmiati, Cika adalah sosok pemilik usaha yang peduli dan mau turun tangan langsung saat mitranya mengalami kesulitan.

Tak hanya itu, Cika juga pernah mengajukan pinjaman uang ke bank demi membantu saudaranya yang ingin memulai usaha cimol. Kini, saudaranya tersebut sudah bisa meraih penghasilan hingga Rp20 juta per bulan dan hidup lebih sejahtera.

Bantuan Gerobak Gratis bagi Mitra Bisnis dan Program Pemberdayaan

Terhitung sudah lebih dari 70 gerobak gratis yang dibagikan kepada masyarakat kurang mampu yang ingin berjualan cimol. Gerobak-gerobak ini dibuat oleh ayah Cika sendiri. Untuk memastikan bantuan perlengkapan jualan ini tepat sasaran, tim perusahaan akan melakukan survei sebelum memberikan dukungan.


bantuan gerobak gratis


Bagi yang ingin bermitra tapi tidak punya modal, bisa membawa produk cimol dulu untuk dijual. Jika tidak laku atau tidak habis, bisa diretur (dikembalikan).

Di dalam program pemberdayaan ini, Cika juga merangkul mereka yang putus sekolah dan sebagian besarnya dipekerjakan di bagian produksi.

Hal ini dilakukan karena Cika merasa sangat prihatin melihat ada banyak remaja putus sekolah, yang sebagian besar hanya tamatan SD-SMP. Tanpa ijazah minimal SMA, maka akan sangat sulit bagi mereka mendapatkan pekerjaan. Telebih di wilayah Ajibarang dan sekitarnya biasanya Perusahaan enggan mempekerjakan lulusan SD-SMP.

Tak hanya mempekerjakan mereka yang putus sekolah, Cika pun mendorong mereka untuk kembali melanjutkan pendidikan lewat jalur kesetaraan. Kini, 50 persen karyawan tersebut telah mengikuti program pendidikan kejar paket.

Dampak Positif Usaha Cimol bagi Petani dan Peternak

Selain program pemberdayaan bagi mitra binaan, Perusahaan milik Cika juga sangat berkontribusi dalam mensejahterakan petani dan peternak di lingkungannya.

Perusahaan Cika ini membeli sejumlah bahan untuk isian cimol seperti jagung dan cabai rawit langsung dari petani lokal. Dengan begini, petani tidak perlu repot menjual ke tengkulak yang sudah tentu harganya jadi murah. Mereka bisa mendapat keuntungan layak dengan menjualnya ke Perusahaan Cika.

Sementara bagi para peternak ikan, mereka akan mendapatkan retur produk secara gratis sebagai tambahan untuk pakannya.

Penghargaan SATU Indonesia Awards dari ASTRA bagi Kontribusi Cika untuk Masyarakat

Kepedulian Cika pada ekonomi keluarga dan masyarakat di sekitarnya, serta semangat berwirausaha yang tidak hanya mementingkan untung, membuat Cika sangat layak menjadi salah satu penerima penghargaan Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2021 dari PT Astra International Tbk.

Cika mendapat apresiasi dari ASTRA untuk kategori di bidang kewirausahaan. Dengan penghargaan bergengsi ini, nama Cika pun akhirnya dikenal sebagai Ratu Cimol Banyumas.


SATU Indonesia Awards


Julukan ini diberikan oleh pihak ASTRA lantaran saat itu Cika adalah satu-satunya perempuan yang lolos sebagai penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2014.

Atas apresiasi yang diterimanya serta kemajuan usaha yang didirikanya, Cika makin bersemangat untuk bisa terus maju dan memberikan banyak manfaat bagi lingkungan hingga Indonesia.

“Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat untuk orang lain. Menjadi manusia yang bermanfaat untuk orang lain tidak lah sulit, hanya cukup menyingkirkan ego sendiri untuk ego orang lain,” tuturnya.

Cika adalah salah satu sosok inspiratif di Indonesia yang dengan rela mengesampingkan kepentingan pribadi demi membantu banyak orang untuk bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan.

Ia membuktikan bahwa kebermanfaatan hidup kita bisa dimulai dari tindakan kecil, asalkan dijalani dengan konsistensi dan keyakinan bahwa setiap pengorbanan yang dilandasi dengan niat baik tak akan pernah sia-sia.

Cika meyakini bahwa satu produk sederhana pun bisa menjadi jalan keluar dari kemiskinan, jika dikerjakan dengan tekun, dilakukan bersama-sama, dan disertai doa.

Seperti yang ia katakan, “Kita hanya butuh satu produk, lalu gunakan seribu cara untuk memasarkannya dan seribu cara untuk mendoakannya.”

#APA2025-ODOP

Sumber:

Instagram Resika Caesaria

Thursday, 15 May 2025

Mata Kering Itu Bukan Sekadar Gangguan! INSTO Dry Eyes Segarkan Mata Dalam Sekejap

 

INSTO Dry Eyes untuk Mata Kering


Mata Kering? Ini bukan hal SePeLe!

Terkadang kita sering mengabaikan datangnya sinyal kecil dari tubuh, termasuk saat mata yang terasa kering serta perih setelah lama beradu tatap dengan layar komputer atau ponsel. “Ah ini hanya gangguan ringan, sebentar lagi juga baikan,” ucap kita dalam hati.

Mungkin gangguan Mata Kering sudah biasa dirasakan karena memang di era serba digital saat ini kita akan sering berhubungan dengan layar laptop, ponsel, hingga smart TV.

Awalnya mungkin rasanya mata hanya sedikit tidak nyaman, tetapi jika kondisi ini terus dibiarkan, maka mata kering bisa sangat mengganggu produktivitas, menurunkan kemampuan untuk fokus, bahkan bisa juga menyebabkan iritasi mata lebih lanjut yang serius.

Lantas, bagaimana cara untuk bisa menghindari mata kering di tengah padatnya aktivitas harian yang depan layar mulai dari soal pekerjaan, belajar, atau sekadar menikmati hiburan di waktu senggang, misalnya maraton nonton Drakor atau series lainnya?

Nah, inilah saatnya untuk mengambil langkah cepat, praktis, aman, dan solutif. Jangan biarkan mata kita terus terasa lelah! Teteskan segera INSTO DRY EYES, si mungil yang bisa jadi solusi cepat dan efektif untuk mengembalikan kelembapan alami mata hanya dalam hitungan detik.


INSTO Dry Eyes


Mengapa Mata Bisa Kering?

Mata adalah salah satu organ sensitif. Alat penglihatan pada manusia ini sangat membutuhkan kelembapan agar ia bisa tetap jernih dan nyaman.

Sayangnya, beberapa kebiasaan kita sehari-hari justru jadi pemicu yang menyebabkan turunnya produksi air mata.

Melansir informasi dari laman ieceyecare.com dan alodokter, berikut ini adalah beberapa hal yang menyebabkan mata jadi kering:

🔹 Menatap layar (ponsel, laptop, komputer, TV) terlalu lama, di mana aktivitas ini kerap mengurangi frekuensi berkedip yang penting untuk menjaga kelembapan mata. Nah, berdasarkan Data dari Cleveland Clinic, disebutkan bahwa kondisi mata kering lebih sering dialami oleh orang yang sering bekerja di depan layar.

🔹 Paparan AC atau udara kering, yang dapat membuat mata kita jadi lebih cepat kehilangan cairan.

🔹 Kurang minum air, yang menyebabkan tubuh dehidrasi, di mana hal ini akan memengaruhi kesehatan mata.

🔹 Penggunaan lensa kontak yang dipakai dalam waktu lama, tanpa adanya pelembap tambahan.

🔹 Faktor usia atau terjadinya perubahan hormon, yang bisa memengaruhi kualitas dari air mata. Terlebih bagi wanita yang memasuki masa menopause, otomatis kan dibutuhkan tindakan lain untuk membantu mata tetap lembap.

🔹 Beberapa penyakit umum, seperti diabetes (gula), rheumatoid arthritis, atau masalah tiroid juga dapat mempengaruhi produksi air mata.

Apabila terus dibiarkan atau tidak ditangani secara tepat, mata kering bisa berkembang menjadi kondisi yang lebih serius seperti iritasi kronis, kesulitan melihat dengan jernih, hingga kerusakan permanen pada permukaan mata yang dapat menurunkan kualitas penglihatan.

Oleh karena itu, kita perlu tahu apa gejala atau tanda-tanda mata kering agar dapat segera mengatasinya dengan tepat.

Tanda-tanda Mata Kering yang Perlu Diwaspadai

Mata SEpet, PErih, LElah

Dikutip dari laman resmi insto.co.id, Mata SEpet (terasa berat, tegang, atau kurang nyaman saat melihat,  PErih (sensasi terbakar atau seperti ada pasir di mata, Mata LElah (sulit fokus, sering merasa mengantuk, dan terasa cepat lelah saat beraktivitas), adalah kondisi umum mata kering yang perlu diwaspadai.


Mata kering yang perlu diwaspadai


Mata Sering Terasa Gatal dan Perih

Menurut American Academy of Ophthalmology, rasa gatal dan perih pada mata adalah gejala pertama yang sering muncul pada kondisi mata kering.

Hal ini bisa terjadi karena produksi air mata kita berkurang, sehingga mata pun menjadi lebih rentan terhadap iritasi, kotoran/debu, dan partikel asing lainnya.

Hal inilah yang membuat mat akita jadi lebih sering terasa gatal dan juga perih, terutama ketika kita tengah beraktivitas di depan layar gadget atau laptop untuk waktu lama.

Penglihatan Kabur

Dari hasil penelitian lainnya yang dirilis di situs American Optometric Association, disebutkan bahwa ada sekitar 63 persen orang yang bekerja di depan layar akan merasakan penglihatannya kabur sebagai efek mata kering.

Penglihatan terasa kabur ini terjadi karena mata kita tidak cukup menghasilkan air mata, sehingga tidak bisa melapisi permukaan mata secara merata.

Mata Merah

Mata kering akan membuat mata jadi lebih rentan terhadap iritasi. Nah, berdasarkan hasil studi yang dilakukan National Eye Institute, permukaan mata yang iritasi ini akan menyebabkan peradangan, membuat pembuluh darah kecil yang ada di mata bisa membesar, dan akhirnya inilah yang menyebabkan mata tampak kemerahan.

Mata Jadi Lebih Sensitif Terhadap Cahaya

Pernah mengalami mata terasa silau saat terkena cahaya terang? Jika iya, bisa jadi hal tesebut adalah tanda-tanda mata kering. Sensitivitas mata terhadap Cahaya ini terjadi karena lapisan pelindung pada mata menipis.

Sensasi Seperti Ada yang Mengganjal di Mata dan Mata Berpasir

Salah satu gejala yang paling mengganggu karena mata kering adalah adanya sensasi seperti ada pasir atau benda asing lainnya yang terjebak di dalam mata. Padahal sebenarnya tidak ada apa-apa di dalam mata kita.

Kondisi ini sering terjadi karena mata tidak mampu dalam menghasilkan cukup air mata untuk menjaga kelembapannya.

Mendeteksi ciri-ciri mata kering ini juga bisa dilakukan di pagi hari setelah bangun tidur. Coba sentuhlah area bagian pinggir mata dan rasakan.

Apabila menemukan seakan ada banyak pasir di sekitar mata, sebaiknya langsung ambil tindakan preventif, karena bisa dipastikan hal itu adalah gejala  dari mata kering.

Sakit Kepala dan Nyeri di Sekitar Mata

Mata yang kering dapat membuat otot di sekitar mata menjadi tegang, sehingga membuat kita sering mengalami sakit kepala, bahkan kadang disertai rasa nyeri di sekitar mata.

Rasa sakit ini akan semakin meningkat ketika mata digunakan untuk fokus menatap sesuatu dalam waktu yang lama, misalnya bekerja di depan laptop, nonton film berjam-jam, atau membaca buku terlalu lama.

Sulit Menggunakan Lensa Kontak

Bagi yang terbiasa memakai lensa kontak, biasanya akan kesulitan memasang lensa kontak ke mata, karena permukaan mata yang kering akan membuat lensa kontak tidak bisa langsung terpasang dengan baik.

Pertolongan Pertama untuk Mata Kering

Mata kering memang tidak bisa dibiarkan, karena akan mengganggu kenyamanan beraktivitas. Untuk itu, penting mengetahui bagaimana cara pertolongan pertama saat mengalami mata kering, di antaranya adalah:

Gunakan tetes mata artifisial (buatan) untuk membantu menambah kelembapan di mata dan mengurangi ketidaknyamanan.

Kurangi menatap layar dengan menerapkan aturan 20-20-20, yaitu dengan cara setiap 20 menit, lihat ke arah objek yang berada 20 kaki jauhnya selama 20 detik.

Perbanyak minum air, setidaknya 8 gelas air setiap hari untuk membantu menghidrasi tubuh, termasuk mata.

INSTO Dry Eyes: Segarkan Mata dalam Sekejap tanpa Harus ke Dokter

#MataKeringJanganSepelein karena bisa membawa kondisi serius bagi penglihatan kita. Untungnya ada #InstoDryEyes yang dapat memberikan solusi cepat, praktis, dan efektif saat mata mulai terasa kering serta tidak nyaman.


Mata kering: Insto Dry Eyes


Dengan adanya formula khusus yang melembapkan dan meniru fungsi air mata alami kita, INSTO Dry Eyes dapat membantu:

·         Mengatasi mata kering akibat terkena paparan layar gadget.

·         Menjaga kelembapan alami mata kita agar tetap segar.

·         Meredakan iritasi ringan serta rasa ketidaknyamanan saat kita berkedip.

Keunggulan Insto Dry Eyes Berdasarkan Kandungan Bahan Aktif Utamanya

Insto Dry Eyes punya dua bahan aktif utama yang dapat memberikan manfaat optimal dalam mengatasi mata kering, yakni:

Pertama, Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC), yang berfungsi sebagai pelumas mata buatan, membantu dalam menjaga kelembapan alami mata, dan mengurangi iritasi mata akibat kekurangan produksi air mata.

Kedua, Benzalkonium Chloride (BZK), yang bertindak sebagai antimikroba dan pengawet, di mana kandungan ini memastikan larutan tetap steril, aman digunakan, serta membantu melindungi mata kita dari infeksi ringan.


Keunggulan Insto Dry Eyes


Dengan kombinasi dua bahan aktif tersebut, Insto Dry Eyes memang sangat efektif dalam mengatasi mata kering, memberikan kelembapan mata, serta melindungi mata kita dari iritasi dan gangguan penglihatan.

Sebagai informasi, INSTO Dry Eyes kini hadir dengan kemasan baru yang tampak lebih modern, stylish, dan segar. Kotak pembungkus Insto yang dominan warna biru membuat penampilan obat tetes mata ini tampak segar dan menenangkan.

Hal ini seolah merepresentasikan fungsi INSTO Dry Eyes yang memang menjadi solusi tepat bagi kita yang kerap mengalami mata kering, agar mata bisa segera segar kembali sesaat setelah terkena tetesan bening dari botol mungilnya.

Aku pribadi sangat mengandalkan Insto Dry Eyes dalam kehidupan sehari-hari karena bidang pekerjaan banyak behubungan dengan layar digital.

Mengapa aku pilih Insto Dry Eyes? Karena produk obat tetes mata ini sangat praktis, mudah dibawa kemana saja dan mudah digunakan kapan saja. Cukup satu atau dua tetes, maka mata pun kembali jernih tanpa gangguan.

Kesimpulan

Mata kering itu memang bukan gangguan sepele! Siapa pun, baik pekerja kantoran, pelajar, mahasiswa, atau pun penggemar serial TV, sangat berisiko mengalami mata kering dan lelah akibat aktivitas sehari-hari. Nah, Dengan INSTO Dry Eyes, kita tidak  perlu khawatir lagi, karena cukup tetesi, biarkan kelembapan alami mata kembali, dan kita pun bisa lanjutkan aktivitas dengan nyaman.

Yuk, jangan biarkan mata kering menghambat produktivitas dan kesenangan kita! Tetesi INSTO Dry Eyes, dan rasakan kenyamanannya.

 

Referensi Tulisan:

https://insto.co.id/news-update

https://ieceyecare.com/news/7-ciri-ciri-mata-kering-yang-wajib-anda-ketahui-sebelum-terlambat/

https://www.alodokter.com/mata-kering

Resika Caesaria Buktikan Bahwa Cimol Si Cemilan Sederhana Mampu Ubah Hidup dan Masa Depan Banyak Orang

  Umumnya, orang akan merasa sangat bahagia ketika mampu membahagiakan keluarga dan membantu mereka yang butuh uluran tangan. Mengapa demi...